Wednesday, Sep 08th

Last update05:00:00 PM GMT

Headlines
Anda di : Travel Cerita Prajurit Keraton Yogyakarta

Prajurit Keraton Yogyakarta

prajurit
Laughing
Wink
Sepuluh kesatuan prajurit keraton adalah : Prajurit Wirobrojo, Prajurit Dhaeng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Mantrijero, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketanggung, Prajurit Nyutro, Prajurit Surokarso dan Prajurit Bugis. Dewasa ini, kesepuluh kesatuan prajurit tersebut masih dapat dilihat oleh masyarakat umum paling tidak se tahun tiga kali, yaitu pada upacara Garebeg Mulud, Garebeg Besar dan Garebeg Syawal, di alun-alun utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dalam perjalanan ke yogyakarta ada sedikit hal yang menarik, dimana kita tahu bahwa zaman dahulu prajurit dengan pakaian lengkap akan menunggang kuda dengan keris yang terselip di belakang punggung. Seiring berjalannya waktu dan zaman , ternyata kendaraan yang di gunakan oleh prajurit maupun abdi dalem telah berubah. 
Berikut  ada sedikit cerita menarik dari penulis :
Kondisi saat itu cuaca cerah dan waktu menunjukkan pukul 9 malam, aku putuskan keluar dari kamar hotel setelah seharian berkutat dengan masalah jaringan . saat melangkahkan kaki dari pintu lobby, aku di sambut tukang becak dengan senyum khas yogya nya  .
abang becak :..... malem pak ...ayo saya anterin jalan-jalan naik becak pak murah kok .....
penulis :... waaah pak nggak usah udah malam mau jalan kaki aja lemesin kaki yang seharian duduk terus..
abang becak :..... ndak pa pa pak ayo saya anterin muter-muter.. nggak lama kok.
penulis :... makasih pak... sambil jalan
saat kumulai jalan .... sekilas kutolehkan kepalaku ke belakang......ternyata..

abang becak  :... hayooo pak naik ....

penulis : .... waaalah ulet juga nich orang ... (dalam hati..)

Akhirnya penulis naik becak tersebut sambil pantat becak di angkat sedikit... hmmm tidak terasa perjalanan dimulai menuju arah malioboro untuk berburu kaos yang terkenal akan ide briliannya. Dengan semangat 45.... becak di kayuh sambil memberitahu nama tempat yang di lewati.... walaupun bersaing dengan motor-motor yang bertaburan di jalanan.......(emang laron ya...)

Di saat lampu merah menyala di perempatan.....becak pun berhenti dengan manisnya.....tak berapa lama dari sebelah kiri........siuuut ....berhenti didepan becak yang ku tumpangi sebuah motor bebek tahun 78 dengan penunggang seorang pria berpakaian lengkap alaah prajurit kerajaan dengan keris terselip di belakang....wuiiiih gagah bener yaaa.

Selang beberapa detik berikutnya  ...... siuuuuut berhenti pulaaa didepan becak yang ku tumpangi sebuah motor bebek matic tahun terakhir dengan penunggang seorang wanita berpakaian lengkap dan bersanggul manis alah abdi dalem kerajaan ....walaaaah lentur namun gagah.

Sambil duduk di atas becak penulis berpikir .... hmmmm....betapa hebatnya zaman sekarang ini prajurit dan abdi dalem kerajaan.... nggak perlu kuda  motor pun jadi dan mungkin ........lebih cepat lebih baik tanpa susah memberi makan .....bensin cukup lah tanpa harus mencari rumput sebagai pakan kendaraan yang di tungganginnya.

Saat lampu hijau menyala...... wuuuuuz dengan gagahnya kedua penunggang tersebut.... hilang lenyap dari pandangan.....walaaah gila juga ya ....... valentino rossi pun pasti ketinggalannnn .

Demikian sedikit oleh-oleh dari yogya....masih ada cerita menarik lainnya yang mungkin akan kami sampaikan.